To Be a Great Effective Leader

KEPEMIMPINAN MELALUI KECERDASAN MANUSIA
“Jauh di dalam diri manusia terdapat kekuatan-kekuatan yang masih tertidur nyenyak; kekuatan yang akan membuat mereka takjub, dan yang tidak pernah mereka bayangkan bahwa mereka memilikinya; kekuatan yang apabila digugah dan ditindaklanjuti akan mengubah kehidupan mereka dengan cepat.”
— Orison Marden
A. Kepemimpinan dan Kecerdasan Manusia
Di dalam berbagai literatur yang kita pelajari terdapat pertanyaan yang berulang-ulang muncul dalam benak kita yaitu “apakah seorang pemimpin itu dilahirkan atau dibentuk secara sengaja melalui latihan dan pembentukan dari kondisi lingkungannya?”. Pertanyaan ini sesungguhnya adalah pertanyaan yang sangat menarik, karena tidak satu pun dari kedua pilihan jawaban tersebut benar.
Lalu, bagaimana para pemimpin itu ada di tengah-tengah kita? Jawaban sesungguhnya dari pertanyaan tersebut mungkin merupakan sesuatu yang sudah kita ketahui bersama, yaitu menjadi seorang pemimpin adalah pilihan pribadi. Pilihan pribadi yang didasarkan pada disiplin maupun pilihan tanggapan yang mereka lakukan dalam setiap perilaku dan sikap mereka.

Mengerjakan segala sesuatu harus dilandaskan dengan ketidakpaksaan dan merasa damai di dalam hati. -Best Use of Time
PERENCANAAN STRATEGIS PRIBADI

Berdasarkan model pada Gambar di atas maka langkah-langkah membuat perencanaan strategis pribadi dijabarkan sebagai berikut:
Langkah Pertama: Berada di mana Anda sekarang?
Langkah ini dapat dilakukan dengan:
- Menemukan apa saja yang menjadi kelebihan Anda.
- Menemukan apa yang membuat bersukacita ketika Anda melakukannya.
- Menemukan tempat apa yang dapat membuat Anda paling baik.
- Menemukan apa yang menjadi keterbatasan/kelemahan Anda.
- Bagaimana keseimbangan antara tanggung jawab di rumah dan di tempat kerja Anda?
- Bagaimana level stress Anda?
Berbicara soal manajemen diri tidak lengkap kalau tidak menyinggung soal Prinsip Pareto atau Prinsip 20/80 (Maxwell, 1995). Prinsip Pareto berarti 20% prioritas Anda akan memberikan Anda 80% hasil kalau Anda menggunakan waktu, tenaga, uang, dan personel pada 20% puncak Anda. Kita sering kali terjebak untuk melakukan berbagai hal sebanyak-banyaknya, namun tidak mempedulikan apakah hal-hal yang kita lakukan benar-benar merupakan hal terpenting dalam hidup kita.
“Baik adalah musuh hebat,”
demikian Collins (2004) menyatakan. Bahasa senada juga dinyatakan oleh Maxwell bahwa
“Yang baik adalah musuh yang terbaik.”
Biarlah seluruh kehidupan hanya kita persembahkan untuk melakukan segala sesuatu yang hebat dan yang terbaik. Ketika melakukan yang terbaik untuk mencapai yang terbaik, ingatlah Anda harus tetap menikmatinya dan bersukacitalah.
Lincoln berhasil menerapkan cara mencari pemimpin kuat untuk diberdayakan.
Kunci hukum pemberdayaan:
- Sukses itu tidak ada batasnya kalau kita tidak membatasi orang.
- Pemimpin-pemimpin yang memberdayakan atau mengangkat orang ke tingkat yang lebih tinggi.
- Pemimpin sejati menjalani kehidupan yang memberdayakan.
- Pemimpin sejati menciptakan lingkungan yang memberdayakan.
Hukum Reproduksi
Dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengangkat sang pemimpin karena tidak mungkin pengikut yang melakukannya. Perlu adanya regenerasi dan kaderisasi untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja sebuah organisasi.
Hukum Kepercayaan
Reaksi orang terhadap pemimpin serta visinya
- Jika para pengikut tidak suka pemimpin secara personal atau visinya, mereka akan mencari pemimpin lain.
- Jika para pengikut tidak suka pemimpinnya, tapi suka visinya, mereka akan mencari pemimpin lain.
- Jika para pengikut suka pemimpinnya tapi tidak suka visinya, mereka akan mengubah visinya.
- Jika para pengikut suka pemimpin dan visinya, mereka akan mendukung keduanya.
pemimpin + visi = hasil
Visi itu penuh kuasa karena memberikan sang pemimpin:
- Kesadaran — kemampuan untuk melihat
- Sikap — iman untuk percaya
- Tindakan — keberanian untuk bertindak
- Prestasi — pengharapan untuk bertekun
Empat pernyataan hukum kepercayaan
- Kalau orang yakin akan sang pemimpin, mereka akan yakin akan visinya.
- Membangun kepercayaan adalah suatu proses yang berkelanjutan.
- Orang akan mengikuti pemimpin yang akan membawa mereka ke tempat yang mereka inginkan.
- Semakin banyak aset daya tarik yang Anda miliki, semakin menariklah Anda.
Hukum Kemenangan
Pemimpin sejati akan mencari jalan agar timnya menjadi pemenang. Perlu ada target dalam melaksanakan kegiatan. Pemimpin yang baik ialah mengetahui dan mempelajari dengan cermat cara-cara untuk menang dan membuat strategi untuk mencapainya. JC Maxweel (2001) para pemimpin yang penuh kemenangan tidak terima jika tidak menang maka mereka cari tahu apa yang harus dilakukan agar meraih kemenangan, lalu mereka akan kembali berusaha dengan segala kemampuannya untuk mencapai kemenangan.
JC Maxwell juga mengatakan ada tiga unsur kemenangan, yaitu: Kesatuan visi, keterampilan yang beragam, dan adanya seorang pemimpin yang berdedikasi untuk meraih kemenangan dan mengangkat potensi pemain lainnya.
Hukum Momentum Besar
Momentum adalah sahabat terbaik seorang pemimpin. Dibutuhkan saat-saat penting dan khusus untuk membuat seseorang menjadi seorang pemimpin.
Hukum Lingkungan Sepergaulan
Potensi seorang pemimpin ditentukan oleh mereka yang paling dekat dengannya. Seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendiri. ia perlu orang lain di sekitarnya untuk mendukung. Untuk itu, perlu mengembangkan orang-orang di lingkungan sepergaulan agar mencapai tujuan.
Ada kualitas lingkungan sepergaulan yang dikemukakan John C. Maxwell, yaitu INNER CIRCLE
- Influential (berpengaruh)
- Networking (memiliki jaringan Internet\ koneksi yang luas)
- Nurturing (bersikap menumbuhkembangkan
- Empowering (bersikap memberdayakan)
- Resourceful (banyak akal)
- Character-Driven (berkarakter)
- Intuitve (berintuisi baik)
- Responsible (bertanggung jawab)
- Competent (berkompeten)
- Loyal (setia)
- Energic (enerjik)
Hukum Pemberdayaan
Hambatan terhadap pemberdayaan
- Ingin memiliki kepastian kerja
- Satu-satunya cara untuk menjadikan diri Anda tidak tergantikan adalah dengan menjadikan diri Anda dapat digantikan (Sistem yang bekerja)
- Menolak perubahan
- Tidak memiliki harga diri
Memimpin dengan mengangkat orang lain
“Hal-hal besar terjadi hanya jika Anda memberikan kepercayaan kepada orang lain.” (Mark Twain)
Mengembangkan Kecerdasan
Karena dimensi dari mental, fisik, emosi, dan spiritual. semua saling tumpang tindih. Sebagai seorang manusia, kita tidak dapat bekerja secara ekslusif untuk mengembangkan satu kecerdasan saja tanpa menyentuh yang lainnya. Mengembangkan dan menggunakan keempat kecerdasan tersebut akan menambah kepercayaan diri, kekuatan internal dan keamanan, kemampuan untuk menggabungkan keberanian dan kepedulian, serta otoritas moral pribadi.
Apabila kita mampu mengembangkan keempat kecerdasan tersebut, kita akan bisa mengembangkan kemampuan kita untuk memengaruhi orang lain dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk jua mengembangkan diri mereka.
Cara termudah untuk memotivasi diri kita untuk tidak menunda-nunda pengembangan ke-4 kecerdasan adalah dengan mengasumsikan bahwa hidup kita ini singkat dan hampir tidak ada waktu lagi menunda pengembangan ini, sehingga kita dapat berbuat yang terbaik untuk kepentingan kita sendiri. Menurut John C Maxwell dalam buku Today Matters (2005),
“hari ini sangat penting, lebih baik tidak menunda sampai terlambat dan menyesal kemudian.”
Disiplin-disiplin yang dilatih sedini mungkin akan memberikan hari esok yang jauh lebih baik.
ini adalah tips yang dapat kita terapkan untuk pengembangan ke-4 kecerdasan kita sendiri.
- Mengembangkan Physical Intelligence (PQ)
a. Kendalikan nafsu makan kita dengan memakan makanan yang sehat.
- Minumlah air putih setidaknya 6 sampai 10 gelas per hari.
- Pilihlah makanan yang sehat dan seimbang dalam nutrisi dan dengan porsi yang cukup, karena makanan yang berlebihan bisa menjadi beban untuk tubuh dan merusak kesehatan. Sebagai panduan, pilihlah makanan sehat dan seimbang berdasarkan metode Food Combining.
b. Secara konsisten melakukan olahraga yang teratur.
- Dengan berolahraga, tubuh kita dapat berfungsi secara optimal karena menjadi lebih sehat.
- Pilihlah olahraga yang berseni, bukan bersifat keras, sehingga jiwa kita juga ikut sehat dan tenang.
- Mulailah secara bertahap, misalnya selama 20 menit sebanyak 3 kali seminggu.
- Sadarlah bahwa dalam sepekan hanya ada 168 jam waktu yang tersedia. Dengan memanfaatkan 1 jam saja untuk olahraga, tubuh kita akan sangat terbantu.
c. Atur istirahat yang sesuai, relaksasi, manajemen stres, dan berpikir positif. Pencegahan menjadi lebih baik daripada mengobati.
- Walaupun dalam pekerjaan kita sibuk dan stres, silakan untuk Anda untuk beristirahat dan meluangkan waktu untuk mengatur pikiran Anda.
- Pilihlah waktu untuk menyendiri dan menenangkan diri, dengan bantuan lagu menenangkan, buku, atau dengan meditasi.
2. Mengembangkan Mental Intelligence (IQ)
a. Berlatih untuk mengembangkan:
- Kemampuan otak kita terus belajar, tumbuh, dan berkembang.
- Kemampuan untuk terus belajar dan menjadi lebih fleksibel agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan di masa depan.
- Kemampuan berpikir analitis untuk memahami hal-hal secara lebih detail dan mendalam.
- Kemampuan berpikir kreatif agar mampu menghadapi permasalahan dengan cara yang baru.
b. Menumbuhkan kesadaran diri.
- Kesadaran diri adalah menyadari apa yang akan terjadi pada diri sendiri, baik itu tentang emosi, tindakan, ataupun pikiran kita.
- Dengan meningkatkan kesadaran diri, kita dapat memahami kelemahan dan kelebihan kita serta menghindari perilaku impulsif yang dapat merugikan.
- Kesadaran diri juga membantu kita untuk menjadi lebih percaya diri dan mampu hidup dengan lebih tenang.
c. Belajar mengenal orang lain dan memahami emosi mereka.
- Dengan mengenal emosi orang lain, kita dapat menjalin hubungan yang lebih baik dan mendukung pengembangan Emotional Intelligence.
3. Mengembangkan Emotional Intelligence (EQ) a. Selaras dengan pengembangan PQ, kita perlu berpikir seimbang dalam bertindak dengan tetap memahami perasaan orang lain dan mendasarkan kesadaran diri kita.
b. Tingkatkan motivasi diri.
- Mengatur prioritas, tujuan, dan nilai hidup yang ingin kita raih. Dengan melakukan itu, kita dapat merasa lebih bahagia dan lebih baik.
c. Mengatur diri sendiri.
- Menyadari mana hal-hal yang kita prioritaskan dan bagaimana cara yang benar dalam melakukan hal-hal tersebut.
- Mengembangkan pikiran positif terhadap diri sendiri.
d. Meningkatkan empati terhadap orang lain.
- Empati berarti bisa memahami dan melihat sudut pandang orang lain sehingga kita dapat menjalin hubungan yang lebih harmonis.
- Mendengarkan secara aktif dan bersedia membantu orang lain juga merupakan salah satu cara meningkatkan empati.
e. Meningkatkan kemampuan berasosiasi:
- Berpikir secara jernih dan rasional agar tidak mudah terpengaruh emosi negatif.
- Memberikan apresiasi terhadap orang lain atas kontribusi dan keberhasilan mereka.
4. Mengembangkan Spiritual Intelligence (SQ) a. Kembangkan integritas.
- Salah satu cara untuk mengembangkan integritas adalah dengan memahami nilai-nilai universal yang berlaku secara global dan menjadikan nilai tersebut pedoman hidup Anda.
- Ini tidak hanya akan membuat Anda merasa lebih baik, tetapi juga dapat menjadi nilai penopang diri Anda.
KEPEMILIKAN VISI
Visi seringkali dilihat sebagai kondisi masa depan yang terlihat oleh mata pikiran kita (Covey, 2004). Visi adalah permulaan dari penciptaan kembali diri kita sendiri atau bila dalam konteks organisasi adalah penciptaan organisasi kembali.
Sesungguhnya dengan teori multiple intelligence (Gardner, …) setiap orang memiliki potensi yang besar dan tiada satu manusia pun yang bodoh. Hal ini berarti setiap orang bisa memiliki visi dan mampu mencapainya. Sayangnya, seringkali kita tidak melihat diri kita dengan positif dan menjadi tidak sadar akan potensi kita masing-masing.
Lalu bagaimana kita membuat visi untuk kita sendiri dan harus seperti apakah visinya? Satu hal yang perlu diingat, ketika kita menetapkan visi diri, kita perlu pertimbangkan talenta yang kita miliki. Buatlah visi yang unik dari orang lain kemudian capailah visi tersebut.
Sebagai pemimpin, mempunyai visi diri tidaklah cukup. Kita juga perlu membantu orang lain untuk menemukan visi mereka (akan dibicarakan di bagian berikutnya). Tanamkanlah kepercayaan diri pada mereka dan yakinkanlah mereka tentang talenta yang dimiliki. Dengan ini, kita bisa menjadi pemimpin yang diikuti dan dihormati oleh orang lain.